waktu, kamu, dan aku

(untukmu)

Apalah arti waktu bila tak mau belajar darinya.

Bukan aku arif cendekia, tapi darinya tersirat makna.

Tentang keabadian dan ketidakabadian, dan tentang hakikat seorang manusia.

Ini bukan lagi saat untuk memutarbalikkannya, pula melawannya, terlebih mengendalikannya.

Melainkan untuk berkawan dengannya, belajar sebuah ilmu pengendalian diri, diriku, dirimu, diri kita.

(selama 1506)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s