Kisah Dua ‘Cairan’

Jikalau akhirnya kedua bendungan itu tak mampu lagi menahan bobot ‘cairan’ di dalamnya,

karena beratnya kerinduan ‘cairan-cairan’ itu untuk mengalir bersama di suatu alur sungai ke suatu ‘hilir’ yang dituju,

lalu apakah kelegaan itu akan setimpal dengan segala resiko yang akan ditempuh?

Apakah ‘cairan’ di dalamnya mempunyai bobot jenis yang sama sehingga bisa bercampur homogen menghasilkan suatu aliran yang satu?

Ataukah ternyata mereka berbeda jauh sehingga tak akan pernah satu, malahan pertindihan antara mereka tak terelakkan sesuai hukum bobot jenis molekul itu?

Ataukah ternyata alur sungai itu punya banyak alur cabang yang membuat mereka harus berpisah jalur?

Ataukah ternyata matahari akan menguapkan habis mereka, membuat mereka mengawan di awan yang berbeda, dan turun dalam bentuk hujan di tempat yang tak sama satu sama lain?

Sepertinya terlalu berlebihan..

Jikalau semesta mendukungnya,

Matahari tak akan tega menguapkan mereka sampai tak tersisa,

Alur cabang itu juga tak kan terus memisahkan, alur cabang itu akan bersatu lagi menjadi satu alur lagi kemudian,

Bobot jenisnya mereka pun mungkin tak terlalu berbeda, hanya perlu sedikit saja surfaktan sehingga mereka pun bisa berjalan bersama,

Terlalu berbeda pun tak masalah, kadar surfaktan tinggi tetap akan berhasil menyatukannya.

Entahlah yang mana?

Semoga yang terbaik..

4 thoughts on “Kisah Dua ‘Cairan’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s