Jika Kita Tercipta dengan Sebuah Keberuntungan..

Tiba-tiba aku teringat perkataan temanku yang demikian :

“Enak ya jadi kamu. Cantik. Pinter. Berkecukupan. Enggak punya banyak masalah jadinya. Enggak perlu belajar terlalu rajin, ntar pasti nilai sama rankingnya tetep bagus. Trus enggak perlu bingung nabung segala macem, kalo mau beli sesuatu, tinggal minta aja pasti dikasih. Lha aku kebalikan dari kamu. Susah buat mencapai semua keinginanku.”

Sakit banget rasanya. Antara sedih tapi juga pengen marah. Tapi waktu itu aku cuma diem aja. Mulutku serasa terkunci, tertutup rapat-rapat.

Tapi setelah aku berpikir ulang, temanku itu mungkin ada benarnya. Mungkin aku memang enggak sadar dan enggak bersyukur kalau aku ‘beruntung’. Bukan berarti aku tidak pernah bersyukur. Aku selalu bersyukur di setiap kesempatan, di setiap hal, di setiap waktu. Tapi nampaknya rasa syukurku itu belum benar-benar.

Misal dulu bapak dan ibuku tidak bertemu dalam satu ikatan suci pernikahan, aku enggak bakalan lahir. Aku enggak bakal terlahir dengan paras wajah dan tubuh seperti ini, keturunan genetik dari bapak ibuku. Aku enggak bakal terlahir dengan kemampuan otak seperti ini, keturunan genetik juga dari bapak ibuku. Aku enggak bakal terlahir menjadi seorang yang berkarakter seperti ini, tanpa didikan bapak ibuku dan lingkungan keluarga yang mereka bentuk. Dan aku mungkin enggak akan mengenal Tuhan yang sekarang aku sembah jika aku tak terlahir dari pasangan suami-istri ini. Ya begitu ‘beruntung’nya diriku.

Sungguh betapa aku tak pernah mensyukuri betapa ‘beruntung’nya diriku ini. Sangat ‘beruntung’. Beruntung, Dia berbelas kasih dan merancangkan sedemikian rupa hingga aku ‘ada’ seperti sekarang ini. Betapa Dia selalu memelihara dan membimbingku selama ini. Tak pernah sekalipun Dia meninggalkanku. Betapa Dia menganggapku istimewa. Padahal aku tu siapa sih? Bukan apa-apa. Sangat kecil.

Bila aku atau mungkin kalian telah begitu ‘beruntung’ diciptakan olehNya seperti ini, berarti kita enggak boleh tinggal diam. Tuhan menciptakankan, membentuk, dan mendidik kita seperti ini bukan tanpa maksud. Di luar sana begitu banyak saudara-saudara yang perlu sambutan dan uluran tangan dari kita, yang telah diciptakan sedikit lebih ‘beruntung’ dari mereka. Lakukan teman, apapun yang kalian bisa. Mungkin jika sekarang baru hal-hal kecil yang bisa dilakukan, namun bukan tidak mungkin kelak kita bisa melakukan hal-hal besar yang bermanfaat untuk sesama dan dunia ini. Sehingga kasihNya akan semakin dinyatakan dan dimuliakan🙂

Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s