Aku versus Cenayang

Jujur aku tidak begitu mengerti apa sebenarnya yang dimaksud dengan ‘cenayang‘. Setelah googling kudapati beberapa arti. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merumuskannya sebagai dukun (pawang) yg dapat berhubungan dengan makhluk halus. Menurut http://www.kamus.net artinya ‘clairvoyance‘, kemampuan meramal. Tentu maksudnya kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat masa depan atau meramalkan apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang. Dan masih banyak lagi arti yang menyerupai arti-arti diatas.

Yah aku penasaran saja apa kejadian yang kualami ini bisa dikategorikan sebagai cenayang. Aku sedikit lupa-lupa ingat sebenarnya, tapi kurang lebihnya begini ceritanya :

Peristiwa ini terjadi sekitar 3 tahun yang lalu, ketika aku masih duduk di bangku SMA. Tepatnya pada tanggal 25 Desember. Waktu itu aku bersama keluarga mengikuti ibadah Natal di suatu gereja di luar kota. Aku masih ingat ibadah Natal itu tidak diadakan di dalam gedung gereja namun justru di halaman gereja, karena gedung gereja dipakai untuk tempat makanan dan minuman untuk acara jamuan kasih setelah ibadah Natal selesai.

Kami sekeluarga, aku, bapak, ibu, dan adikku duduk di deretan agak belakang bersama beberapa saudara-saudara kami yang tinggal di kota tersebut. Aku duduk bersebelahan dengan adikku dan mas sepupuku, adikku di sebelah kiriku, dan mas sepupuku di sebelah kananku. Aku dan adikku memakai baju yang hampir mirip, baju pink muda bermotif bunga-bunga kecil. Tidak ada yang spesial, kami mengikuti ibadah seperti biasa.

Hal yang tidak biasa bermula ketika aku sedikit bosan dengan khotbah sang calon pendeta (akhirnya sekarang dia berhasil menjadi pendeta di gereja itu). Aku mulai melirik-lirik, melihat kesana kemari, mengamati orang lain, aku mencari kesibukan supaya aku tidak ngantuk mendengar khotbah tersebut. Dan akhirnya pandangan mataku tertuju pada sesosok laki-laki yang duduk 2 baris dari depan. Waktu itu aku hanya bisa melihat punggungnya, karena aku duduk beberapa baris bangku di belakangnya.

Ketika pertama melihat biasa saja sebenarnya, toh aku juga tidak bisa melihat mukanya. Tapi aku tertarik mengamatinya karena baju yang dikenakannya cukup mencolok warnanya bagiku. Dia memakai kemeja lengan pendek berwarna cerah dipadu dengan rompi hitam tanpa lengan. Entah muncul darimana seolah aku merasa ‘mengenalnya’, bahkan aku tiba-tiba ‘tau namanya’. Nah lho, aneh kan?

Aku langsung bertanya pada mas sepupuku, apakah dia mengenal laki-laki itu, dan apakah benar bahwa laki-laki itu bernama **** (sebut saja Budi)? Kakak sepupuku heran, kok bisa-bisanya aku tau namanya, padahal aku kan tidak satu gereja, beda kota lagi, mana kakakku tidak pernah bercerita tentangnya. Aku juga jadi bingung. Aneh.

Saat itu aku jadi tiba-tiba teringat kalo dulu banget aku pernah diajak sekolah minggu sama mbak sepupuku di kota ini. Waktu itu aku sedang liburan, jadi menginap di tempat sodara. Akhirnya hari minggu diajak sekolah minggu sama mbak sepupuku yang kebetulan jadi guru sekolah minggunya. Disitu aku disuruh kenalan, salah satunya cowok bernama **** (Budi). Aku inget soalnya nama cowok itu sama dengan namaku. Aku jadi bertanya-tanya jangan-jangan laki-laki itu orang yang ‘sama’ dengan cowok jaman kecilku itu dulu.

Masa serba kebetulan sih. Darimana aku tiba-tiba tau laki-laki itu bernama Budi. Andaikan emang laki-laki itu adalah orang yang sama dengan cowok jaman kecilku dulu, tapi tetep aja aneh aku bisa tiba-tiba tau namanya. Lha wong wajah Budi waktu kecil aja aku sama sekali tidak ingat, andaikan ingat pun belum tentu aku bisa mengenalinya ketika dia sudah dewasa. Bingung deh.

Balik lagi ke cerita tadi. Akhirnya ibadah selesai dan waktunya jamuan kasih, makan-makan. Disitu akhirnya aku bisa liat mukanya. Lucu kataku. Dia bersama adiknya, sebut saja Ari, yang memakai kemeja batik. Kata mas sepupuku mereka sering dibilang mirip. Tapi menurutku wajahnya beda kok sama adiknya. Tidak mirip kataku. Adiknya punya kulit yang lebih gelap dari dia. Jadi keliatan kok kalo beda. Aku jadi ngliatin dia terus sampai jamuan kasih selesai. Hihihi abis penasaran sih.

Udah sih gitu aja. Setelah pertemuan itu aku juga kelupaan sendiri. Tak terlalu kupikirkan dan kuanggap itu biasa saja. Kata seseorang itu tidak bisa dikategorikan sebagai cenayang. Itu mungkin hanya kebetulan. Tapi kemampuan cenayang itu bisa diasah kok katanya. Aku sih tidak berminat untuk bisa bercenayang. Hanya aku penasaran saja. Kalau dibilang kebetulan bukan, tapi cenayang juga bukan. Entahlah Yang Maha Kuasa pasti lebih tahu. Yah kuanggap lucu aja punya pengalaman aneh hehehe..

Yang menjadi lucunya lagi. Aku kembali bertemu dengan orang itu, Budi itu, sekarang. Ya sekarang di kehidupanku sekarang ini. Hihihi.. Selamat bertemu kembali Budi🙂

5 thoughts on “Aku versus Cenayang

  1. Itu memory bawah sadar yang muncul karena pikiran sadarmu lumpuh ketika bosan mendengarkan kotbah.😀 As we know, semua memori jangka panjang tersimpan dalam memori bawah sadar. bisa digali mendetail dengan teknik2 khusus, bisa pula tiba2 muncul sendiri. Kasusmu, nampaknya memang ketika pikiran sadarmu lumpuh karena bosan, memory bawah sadarmu mendapat trigger yang membangkitkan ingatan jangka panjangmu tentang orang itu.

    Btw, yang ini lucu :

    “Disitu aku disuruh kenalan, salah satunya cowok bernama **** (Budi). Aku inget soalnya nama cowok itu sama dengan namaku.”

    Jadi, namamu BUDI ??? Anggap aja Budi lah … Wkwkwkwk…

  2. itu bukan cenayang…kemampuan cenayang itu berasal dari darah keturunan biasanya…atau memang dipilih oleh Allah…bisa melihat sesuatu kejadian di masa depan atas ijin Allah…kejadian itu tidak dilihat dengan mata nyata,,,melainkan dengan mata batin…intinya seorang cenayang adalah seorang yang terpilih atau terberkati oleh Allah karena kemampuan itu pemberianNya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s