Diantara Dua Pilihan..

memang hidup itu penuh pilihan.. dan tiap pilihan mengandung resiko.. resiko yang tak selalu menyenangkan bahkan bisa sangat tidak menyenangkan..

kita musti sanggup menanggung segala konsekuensi dari pilihan kita.. fyuuh.. berat rasanya.. jujur aja aku termasuk orang yang sukar memutuskan dan memilih sesuatu.. apalagi kalo kebayang resiko yang musti diambil.. pengecut ya.. haha..

pengennya sih ada jalur aman atau jalur damai gitu biar semuanya adil.. hehe.. tapi sayangnya gag semua bisa begitu.. kita tetep musti memilih.. dan harus mengorbankan sesuatu..

sedih rasanya.. tapi ya gimana lagi.. ini hidup.. bukan drama ato sinetron yang bisa dirancang sesuai keinginan hati..

seberusahanya aku menjadi dewasa.. tetep aja dari banyak pilihan yang kupilih entah mengapa aku kadang menyesali.. bukan menyesali tepatnya.. hanya kadang sedih..

contoh kecil misalnya tentang kehidupan gereja.. aku harus memilih apakah aku harus aktif di kota tempat aku menuntut ilmu atau aktif di kota kelahiranku.. dan akhirnya aku memilih untuk aktif di kota tempat aku kuliah.. dan masalah terjadi.. aku tak bisa pulang dengan seenaknya seminggu sekali.. terkadang sampai hari raya besar pun aku tak bisa pulang.. dan aku menjadi jarang terlihat di acara-acara pemuda yang diadakan di kota kelahiranku itu.. aku kadang merasa aku dicap sombong atau apalah oleh teman-temanku karena aku seperti tak pernah menyempatkan pulang ke rumah.. jujur engga begitu maksudku.. parahnya aku menjadi merasa asing ketika aku pulang dan beribadah di gereja.. aku menjadi lebih merasa ‘nyaman’ di gereja kota pelajar dibanding kota asalku sendiri.. aku merasa ‘tidak kenal’ lagi dan mereka juga ‘tak mengenali’ diriku.. sedih..

dan masih banyak cerita dimana aku ‘seperti’ agak menyesali pilihanku.. tapi itu terlalu tabu untuk kuceritakan.. lebih baik kusimpan saja.. hehe..

dan kembali pada pilihan.. dari sekian banyak pilihan akan menjadi sangat sulit ketika pilihan yang banyak itu ‘tinggal’ dua.. diantara dua pilihan.. akan sangat mencolok jika harus memilih salah satu dari mereka.. belum resiko yang harus ditanggung.. ya meskipun aku sulit memilih toh akhirnya aku harus tetap memilih atau ‘mati’ pada akhir tersebut.. dan aku lebih memilih hidup daripada menjadi pengecut dan mati..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s